kebodohan membatas yang tak tuntas....
cahaya masih ada sisanya sisa bias-bias...
Jumat, 09 Oktober 2009
Rabu, 07 Oktober 2009
dari 2 kampung
Hikmah bisa datang dari mana saja, dan hidayah bisa datang kapan saja. Peristirahatan di sebuah kampung gersang dan panas membawaku pada keruntuhan nafsuku. Sebuah perjuangan hidup. bagaimana aku bisa selalu mengeluh sedangkan mereka berjuang dengan peluh.
Gersang..panas..berdebu dan amat sangat tidak nyaman. Tapi ya begitu adanya. Mereka bisa berbahagia dengan keluarga dan keturunan mereka. Nilai simple dari kehidupan. Mereka hanya memandang bahwa ini adalah hadiah Tuhan bukan hukuman Tuhan. Segalanya menjadi nikmat ketika kita nikmati dengan syukur, dan tak perlu kita iri bagaimana di tempat lain lebih indah. Begitu selalu mereka bilang. Cukuplah 1 minggu di sana untuk memahami..bagaimana cara kita mencintai. Di sana dulu aku hamburkan kesenangan dan euforia seorang anak. Dulu,meskipun gersang dan panas tetap asyik untuk bermain. Menghabiskan waktu di pinggir kali yang bening. Menilai alam dengan yang sesungguhnya. Persaingan jahat dan tak sehat tidak ada di sana. Sekarang kampung gersang itu makin gersang. Sungai yang dulu menjadi pilihan tempat bermain anak-anak di musim kemarau, sekarang rusak dan kotor. Alamku 'rusak'..itu yang terpikir.
Lalu bagaimana dengan kampung di balik gunung yang eksotik..???
Indah...sangat damai dan menenangkan. Kampung yang ditempuh dengan berjalan kaki selama 2 jam. Melewati hutan buatan dengan cuaca mendung dan berkabut. Sejuk..dan tenang. Apalagi setelah aku mulai masuk kawasan hutan buatan. Kabut di sela-sela dahan yang menjulang. Semakin ke dalam semakin gelap karena pohon-pohon yang rapat. Meskipun pagi itu belum sarapan, tapi keindahan hutan buatan ini membuatku kenyang. Aku terus berjalan dengan tujuan sebuah kampung di balik hutan. Sesampainya di sana...subhanallah...indah sekali...areal persawahan yang dipagari jajaran pepohonan hutan. Rumah panggung..jalan setapak..dan berbatu. Kondisi yang sangat berbeda dengan kampung yang pertama aku kunjungi. Di sini sangat hijau. Meskipun mereka di kampung yang susah dijangkau tapi mereka juga bahagia dengan keluarga dan keturunan mereka. Keindahan kampung ini membuat hati jadi dingin.
Pokoknya indaaaaahhhhhh.........
04-10-2009
--ka--