Sabtu, 21 November 2009

suara alam

Subhanallah...setidaknya pagi ini Engkau sadarkan hamba dengan 2 hal yang tak sengaja aku dengar. Kisah yang diceritakan seorang Habib di televisi pagi ini dan beberapa halaman sebuah novel yang aku baca di angkutan umum (masih pagi ini). kegelisahan hati ini sedikit terjawab,walaupun aku masih harus putar otak untuk memahami pengaturan-Mu. Sungguh..Engkaulah Maha Pencipta,Maha Sempurna. Sungguh indah pengaturan-Mu..Ya Rabb...selalu tuntun hamba untuk bisa melihat,mendengar dan memahami rahasia-rahasia dari tiap detik nafas hamba...perasaan ini membuncah antah berantah...perasaan yang meledak-ledak menghabiskan semua logika. Memang, sungguh hanya Engkau Yang Maha Kuasa. Begitu cantik dan sempurna semua yang menjadi imbalan ataupun problema. Untuk sejenak ini, paling tidak aku bisa menyadari bahwa ini masih sebagian dari yang benar. Aku berusaha untuk melupakan sedikit ataupun banyak halangan ataupun kesakitan. Senyum dan bahagia untuk mereka. Paling tidak, walaupun sekali,cuma sekali,aku sudah menjatuhkan diri di sini. Untuk ketenangan hati dan tetes keringat yang belum bisa terganti. Satu yang kuingat...bagaimana bila aku MATI...??? hanya itu. Aku ingin mereka mengantarku dengan senyum ikhlasnya, atau paling tidak mereka berkata, dia perempuan yang pernah kami sayangi dan dia perempuan yang pernah membuat saya tersenyum.
Begitu saja..hanya begitu..karena aku pun tak bisa berbuat apa-apa. Selain hadirkan lelucon-lelucon konyol untuk sedikit menghibur penat mereka. Seringkali protes dan protes seringkali. Ini sebuah ketidak adilan. TIDAK ADIL. Tetapi, ini kenyataan yang menjadi bagian dari pengaturan-Nya. Astaghfirullah.....tanganku dingin...kaki pun tak mau bergerak...tubuh gemetar bila ku ingat itu semua. Darah seperti berhenti detik ini juga. Akankah yang kukerjakan bisa membuat mereka tersenyum..??

*ketika seorang perempuan harus berhadapan dengan kewajiban*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar