Minggu, 27 Desember 2009

Nutrisi Otak

Apa saja sih nutrisi yang dapat mendukung tumbuh kembang otak si kecil?

Nutrisi otak sebenarnya sudah terdapat pada asupan makanan empat sehat lima sempurna yang kita berikan kepada anak setiap hari. Ibarat sebuah paket, makanan untuk otak sama dengan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Itu karena pertumbuhan fisik dan volume otak tak dapat dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan tubuh seorang anak. Hanya saja, di dalam gizi seimbang empat sehat lima sempurna, ada beberapa zat gizi (nutrien) yang fungsinya secara spesifik dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil. Nah, berikut ini aneka zat gizi yang dibutuhkan oleh otak:

1. KARBOHIRDAT

Merupakan sumber energi yang diperlukan untuk berbagai proses metabolisme otak dan proses pembentukan simpai-simpai saraf pada otak bayi dan anak untuk proses berpikir. Terdapat pada makanan berbahan beras, terigu, jagung, sagu dan kentang.

2. PROTEIN dan ASAM AMINO

a. Asam folat berperan penting dalam pembentukan otak bayi sejak awal kehamilan. Kekurangan asam folat dapat menimbulkan kelainan berupa Neural Tube Defect (NTD) yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang pada kehidupan bayi, bahkan sering kali menimbulkan kematian. NTD merupakan kelainan bawaan berat pada otak, tulang kepala dan sumsum tulang belakang yang dijumpai sebagai anensefalus, hidrosefalus, mikrosefalus dan spina bifida.

Setelah bayi lahir, asam folat tetap dibutuhkan untuk pembentukan selubung saraf otak agar otak berkembang optimal. Sumber asam folat terdapat pada hati ayam, kacang kedelai, bayam, kembang kol, brokoli, daging, gandum, telur, susu, dan keju.

b. Tyrosine dan Tryptophan berperan untuk menghasilkan neurotransmitter yang berfungsi menyerap pesan dan mengolahnya sehingga pesan dapat disampaikan lebih optimal. Terdapat pada telur, kacang-kacangan dan susu yang difortifikasi dengan kandungan ini.

c. Kolin, penting sebagai komposisi utama membran sel normal serta menjaga keutuhan membran sel dalam proses-proses biologi, seperti aliran/rangsangan informasi, komunikasi intrasel, dan bioenergi. Selain itu, kolin juga dapat membantu fungsi normal otak melalui pembentukan neurotransmitter asetilkolin, yaitu bentuk senyawa kolin yang sangat berperan pada fungsi otak. Sumber kolin bisa didapatkan dari ASI dan suplemen kolin.

3. LEMAK

AA—DHA, merupakan asam lemak esensial (ALE) yang dibutuhkan dari luar, karena tubuh tidak dapat membentuknya sendiri. Keduanya penting untuk pembentukan membran sel, terutama sel saraf otak dan sel saraf retina. Bisa didapat dari minyak ikan, aneka ikan (salmon, sardin, ikan lele, makarel, hering, dan tuna), sayuran hijau, minyak kanola, kenari, biji gandum dan kacang kedelai, serta masih banyak lagi. Khusus untuk AA terdapat juga pada kacang tanah, daging, unggas, susu, minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak wijen, minyak kedele, dan kenari.

4. VITAMIN

a. Vitamin B1 (tiamin) merupakan gizi esensial untuk kesehatan otak dan sel saraf. Bisa dijumpai pada biji-bijian dan makanan yang telah diperkaya seperti roti, nasi, pasta dan sereal sarapan.

b. Vitamin B5 (asam pantotenat) merupakan bentuk koenzim yang dapat membantu mengantar rangsangan saraf. Sumber vitamin B5 ada pada daging, unggas, ikan, sereal biji-bijian, susu, sayur dan buah.

c. Vitamin B6 (piridoksin) membantu mengubah tryptophan menjadi seretonin, zat kimia otak yang bisa menimbulkan rasa tenang bagi tubuh. Rendahnya kadar seretonin umumnya akan membuat orang cepat stres, sulit tidur, dan depresi. Sumber vitamin B6 bisa dijumpai pada daging ayam, ikan, hati, sereal biji-bijian, kacang-kacangan dan polong-polongan.

d. Vitamin B12 (sianokobalamin) membantu mempertahankan jaringan saraf agar tetap sehat. Sumber vitamin B12 ada pada telur, daging, ikan, unggas, serta susu dan produk olahannya.

5. MINERAL

a. Zat besi (Fe) diperlukan bagi pembentukan selubung saraf dan mencegah gangguan kecerdasan. Bahan makanan sumber Fe adalah ASI, daging, hati, jantung sapi, daging ayam, ikan, kuning telur, kacang-kacangan, kedelai, sayuran berdaun hijau, serealia, dan lain sebagainya.

b. Zink (seng) berfungsi untuk kekebalan dan merupakan bagian dari lebih 200 jenis enzim. Oleh karena itu zink penting bagi berbagai fungsi, termasuk pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, fungsi sensori, perlindungan antioksidan dan stabilisasi membran otak. Sumber zink yang utama adalah daging, unggas, ikan laut, produk susu dan serealia.

c. Yodium merupakan komponen dari hormon tiroksin yang berperan meningkatkan laju oksidasi dalam sel-sel tubuh. Sangat berperan untuk perkembangan mental serta kecerdasan (IQ). Terdapat pada sayur, daging merah dan ikan laut. Untuk menambah pasokan yodium dalam tubuh, dapat pula menambahkan konsumsi garam beryodium yang dicampur pada makanan untuk anak setiap hari.


Narasumber:

dr. Luciana B. Sutanto, MS. Sp.Gk.,

dari Departemen Ilmu Gizi F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar