Senin, 20 Desember 2010

20 Desember 2011

Hari tepat ke-26 tahun. Yup...26 tahun lalu aku dilahirkan oleh bundaku tersayang. Alhamdulillah...rasa syukur kepada-Mu ya Rabb. Kabulkan doa-doa kami, doaku, doa ibuku, doa ayahku dan doa kekasihku...

Doa jonam di tengah malam ketika aku tidur :
=hari bertambahnya umur=usia matang,aku do'akan tahun ini kau bisa mengakhiri masa lajang,cipta rumah tangga bahagia bersamaku,lebih "cantik" dari tahun sebelumya ya!

Amin...semoga terkabul dengan ridho-Nya....

Read More......

Kamis, 16 Desember 2010

Hujan di Pagi Hari

Doaku tadi pagi,berharap tidak turun hujan hari ini, supaya semua orang yang beraktifitas di luar ruangan bisa beraktifitas dengan leluasa. Dan kenyataannya, hujan rintik mengiringi langkah banyak orang pagi tadi. Ditambah dengan angin Agustus. Tentang nama angin Agustus, mungkin banyak orang tidak mengerti maksudku, aku menamakannya angin Agustus, karena aku dulu biasa merasakan angin seperti itu paling banyak di bulan Agustus. Angin yang bukan angin sepoi-sepoi, agak kencang tapi tidak membahayakan, dan membawa hawa dingin yang menyegarkan. Ya..hawa dingin yang segar. Angin favoritku. Meskipun cuaca tak mendukung untuk menebarkan diri di bumi, angin Agustus memberiku tenaga untuk berdiri. Memulai hari seperti biasa. Paling tidak, pagi ini tidak mengantuk seperti kemarin-kemarin,karena aku tidur lebih awal dari biasanya. Dan di setiap pagi yang dimulai, selalu ada pertanyaan, "apa yang kau rasakan hari ini? Bahagia? Sedih?" . Jawabannya : sama saja. Apa bedanya bahagia dan sedih. Bahagia hadir sebagai anugerah, sedih juga hadir sebagai anugerah. Bahagia ada akhirnya, sedih juga tak selamanya (jadi teringat lagu Opick ^_^ ) Lalu apa bedanya?

Suasana pagi yang tak bisa cerah, karena Desember selalu kaya hujan. Seperti Jonam, yang selalu kaya dengan kasihnya. Meskipun beberapa hari ini, dia tak begitu bersimpati padaku. Tak apalah. Karena dia diam, aku juga akan diam. Karena (menurut pengalaman), kalau dia diam dia tak akan merespon apapun kalimat dariku. Lebih baik diam, karena diam itu emas. Kemarin, aku coba bicara sedikit, tapi responnya biasa saja, dan aku anggap itu sebagai ungkapan "aku masih malas bicara". Ya sudah...

Aku lupa ini Desember ke berapa. Meski aku lahir di bulan Desember, sesungguhnya aku kurang begitu suka dengan Bulan Desember. Karena selalu ada 'kisah' yang menguras perhatian, bahasa lebay-nya kisah sendu...hehehe...Inilah desember yang kesekian yang menghadirkan 'kisah-kisah' yang tidak nyaman itu. Tepatnya aku sudah lupa, kapan mulainya. Kapan Desember-ku kelabu (seperti lagu ^_^ ). Kekhawatiranku di akhir Nopember pun segera terjawab di awal Desember. Yang menjawab mimpi-mimpi yang aneh di bulan sebelumnya. Ternyata inilah jawabnya.

Walaupun aku terlihat diam, tanpa ekspresi, aku mengkhawatirkan semuanya. Ya Rabb...ijinkan mereka masih lama bersamaku. Berikan waktu lebih banyak lagi. Aku tak akan bisa menghitung seberapa banyak aku bernafas. Aku ingin tetap bernafas untuk paru-paruku. Jantungku ada di mereka...hatiku juga ada di mereka...ijinkan tanganku menjadi penghapus debu-debu di kulit mereka.

*berharap Desember tahun ini ditutup dengan sempurna*

Read More......

Senin, 13 Desember 2010

Bahagia

Melupakan rasa lelah dan mengantuk demi keinginan hati pulang ke ruanghijau. Seharusnya malam ini cepat tidur supaya besok bangun lebih segar tidak seperti tadi pagi. Entah ada energi apa yang mengalir ke diri ini, tiba-tiba saja merasa sangat bahagia, bahkan ingin menangis karena terharu. Sebabnya pun aku tidak tahu. Padahal dari siang tadi, sangat amat tidak nyaman, Jonam diam. Berawal dari telepon yang aku 'reject' dua kali. Mudah-mudahan besok Jonam sudah mau bicara. Dan bahagia malam ini, bahagia yang tanpa sebab. Bahagia seperti menemukan air di padang pasir. Di sela-sela bahagia ini membayangkan, suatu saat di masa depan dimana aku menjadi yang aku inginkan. Rahasia hati, mimpi diri, ingin memeluk kematian dengan kebahagiaan. Rasa berat yang menghalangi langkah kaki, semoga hanya sebentar saja singgah disini. Seberat apapun yang terjadi di depan mata, hanya meminta supaya hati di ringankan menerima peluang besar atau peluang kecil atau bahkan peluang yang tak mungkin. Dengan kekuatan yang diberi-Nya, semoga aku bisa tetap berdiri dan mungkin bisa juga berlari. Menangis sedikit-sedikit saja, cukup dalam hati saja. Percaya dan yakin, Dia akan selalu memberikan tangan-Nya untukku berpegangan.

Read More......

Selasa, 07 Desember 2010

...bingung.com




HAHHHHHHHHHHHHHHHH..........bingung....no idea lah........

Read More......

Sabtu, 04 Desember 2010

...........jalanmu,,,,,,,,,,,




jalan yang harus kau tempuh...

Read More......

Siapa Aku???

Sepertinya 'jejaring' yang dihadirkan-Nya minta segera dipecahkan sandinya. Lalu minta segera diselesaikan dengan tindakan nyata. Sebagai wujud pembuktian dari janji setia yang pernah diucap. Juga sebagai wujud nyata dari sebuah pemahaman suatu 'kebenaran'. Cukup sudah referensi dari semua yang dihadirkan-Nya. Di zaman seperti sekarang memang sulit sekali mempertahankan 'prinsip kebenaran',tapi siapa yang bisa bertahan dengan prinsip kebenaran yang sejati dialah biasa aku sebut 'pahlawan alam',pahlawan untuk angin di sekelilingnya. Karena dengan masih adanya jiwa-jiwa seperti itu, bumi masih akan terjaga keelokannya, meskipun tangan-tangan serigala memporak-porandakannya. Sampai-sampai ada istilah 'orang jujur di zaman sekarang akan hancur'. Sebegitu hancurnyakah bumi saat ini? Sehingga jujur pun tidak berlaku di bumi-Nya? Lalu akan kemana angin membawa berita langit apabila jujur pun sudah melebur menjadi arang-arang para penjilat bumi?

--kuatkan hamba masuk ke dalam jejaring yang Engkau ijinkan sebelumnya--

Read More......

Kamis, 02 Desember 2010

from mbak Wiwik

"klo memperjuangkan agama Alloh dengan tulus maka akan mendapat pengganti yang jauh lebih baik"

Read More......

Selasa, 30 November 2010

Lonely

Inginnya selalu bahagia, inginnya selalu nyaman saja, ya wajar dan manusiawi. Tetapi seringkali kita merasakan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Tiba-tiba bahagia, tiba-tiba suntuk atau tiba-tiba sedih. Terkadang merasa kita tidak punya siapa-siapa. Terkadang ketika suara hati kita tidak didengar oleh orang lain atau juga bahkan oleh diri sendiri. Seringkali kita bertanya pada diri sendiri, kenapa? atau mengapa?
Apapun keadaannya...kita harus ingat bahwa kita tidak sendiri.

--ku peluk kau dalam doaku--

Read More......

Kamis, 25 November 2010

Tulip (My Favorite Flower)


Tulip (Tulipa) merupakan nama genus untuk 100 spesies tanaman berbunga yang termasuk ke dalam keluarga Liliaceae. Tulip berasal dari Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush dan stepa di Kazakhstan. Negeri Belanda terkenal sebagai negeri bunga tulip. Tulip juga merupakan bunga nasional Iran dan Turki.
Tulip merupakan tanaman perenial berumbi, tingginya antara 10-70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan, dan bunganya berukuran besar terdiri 6 helai daun bunga. Tulip hasil persilangan menghasilkan bunga berwarna tunggal, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu atau bunga dengan berbagai macam kombinasi dan gradasi warna. Tulip menghasilkan biji-biji berbentuk bundar pipih yang dibungkus kapsul kering.
Seperti halnya bunga mawar, lili, anggrek dan peony, tulip adalah tanaman bunga yang paling banyak dibudayakan manusia.

Teknik Penanaman
Tulip tidak bisa hidup di alam terbuka wilayah tropis karena memerlukan suhu rendah di musim dingin untuk dapat tumbuh. Tulip dapat dipaksa untuk berbunga lebih cepat dari normal jika diletakkan di tempat yang suhunya diatur menjadi lebih tinggi.
Tulip dapat ditanam dengan dua cara, menggunakan umbi atau biji. Tulip yang ditanam dari umbi membutuhkan waktu setahun untuk dapat menghasilkan bunga yang cukup besarnya, sedangkan tanaman yang ditanam dari biji membutuhkan waktu antara 5-7 tahun agar dapat berbunga.
Bunga yang telah selesai mekar harus dipotong untuk mendapatkan umbi.
Menurut hasil penelitian yang berlaku hanya untuk bunga Tulip, jika sewaktu bunga belum mekar bagian bawah kuncup bunga ditusuk hingga tembus dengan jarum (misalnya jarum jahit), gas etilen akan diproduksi oleh bunga yang terluka sehingga masa mekar bunga menjadi lebih panjang. Perlakuan yang sama jika dilakukan terhadap bunga yang sudah mekar menyebabkan masa mekar malah menjadi lebih singkat.

Sejarah

Pada mulanya bunga tulip tumbuh liar di kawasan Asia Tengah dan Asia Barat. Kerajaan Ottoman Turki terpikat pada keindahan dan kesempurnaan bunga tulip dan mulai membudidayakan bunga tulip sejak tahun 1000. Motif-motif bunga tulip sudah sejak lama banyak dipakai dalam seni ornamen Persia dan Turki. Nama yang diberikan orang Eropa untuk tulip berasal dari bahasa Persia untuk sorban (bahasa Persia: دلبنت, dulband) karena bunga tulip ketika belum mekar sepenuhnya bentuknya terlihat seperti sorban.
Jenis-jenis tulip yang sudah dikenal sejak zaman dulu mempunyai motif garis-garis, "coretan kuas," atau "jilatan api" atau mempunyai warna lain pada bagian-bagian tertentu daun bunga, sedangkan jenis-jenis yang lebih baru mempunyai pola aneka warna pada daun bunga. Sentuhan warna lain pada warna dasar bunga tulip disebabkan perubahan pigmen di bagian atas dan bagian bawah bunga.
Infeksi virus mosaik yang dibawa serangga sejenis kutu menyebabkan terjadinya jenis tulip langka dengan motif indah seperti coretan kuas yang diburu orang Belanda sewaktu demam bunga Tulip mania. Virus mosaik menyebabkan tanaman tulip menderita dan mati perlahan-lahan, walaupun bunga yang dihasilkan menjadi sangat indah. Sekarang ini, virus mosaik dapat dikatakan sudah hampir musnah dari ladang-ladang bunga tulip.
Di Kerajaan Ottoman dan Belanda, tingginya permintaan atas tulip yang tidak diimbangi pasokan yang cukup menimbulkan fenomena yang disebut Tulip Mania. Permainan harga tulip oleh para spekulan juga menjadi salah satu sebab kemunduran ekonomi Kesultanan Ottoman.
Belanda setiap tahunnya mengirimkan bunga tulip untuk ditanam di kota Ottawa sebagai ucapan terima kasih kepada Kanada yang membebaskan Belanda dari Nazi Jerman dan sewaktu zaman pendudukan bermurah hati menyediakan tempat bermukim Ratu Juliana yang pada waktu itu masih puteri mahkota.

Untuk mengetahui jenis-jenis tulip, linknya: http://www.theplantexpert.com/springbulbs/TulipIntro.html

Read More......

How to Choose a wedding bouquet

How to choose a wedding bouquet :

1. Decide if you want to use real flower or fake flower. Real flower will make it natural and beautiful, but you might need freezer to keep it inside until your reception. Fake ones might have a lot of color and it will last forever.
2. Don’t be lazy! Open up your laptop, and hunting the flower ideas in the internet. There are a lot of beautiful flower, not only rose, for your bouquet. Or, if you get confused, ask florist about the flower that might fit for wedding bouquet.
3. If you live in 4 season country, think about the season when you’re getting married. Please remember that some flowers might not be available all years.
4. Then, the last one is, you have to decide whether you want to create a traditional wedding bouquet or non traditional wedding bouquet. Traditionally, the color of the flower for wedding bouquet is pale, while modern says bold will be more interested.
5. Thus, after you choose it, you have to ensure that your wedding bouquet color will fit your decoration, cake, and wedding dress. This will be needed to create an amazing color for your wedding pictures, wedding video, etc.
6. Last but not least, don’t forget to set budget you’ll going to spend for the wedding bouquet!

Read More......

Sabtu, 13 November 2010

--- jonam ---

beruntung bersamanya. menjadi tersanjung disampingnya. dan menjadi bahagia dicintainya...terima kasih jonam...semakin hari semakin cinta...

Read More......

Rabu, 10 November 2010

wedding dress

Sedang iseng browsing 'wedding dress' ... wedding dress banyak macamnya..tapi pribadi saya lebih suka gaya malay. Simple n sweety...hmm..ini dia contoh koleksinya :





Khas pakaian pengantin malay memang seperti itu. Selanjutnya kita hunting model lain lagi... :D ...postingnya lain kali saja

Read More......

--Sebelum Cahaya__

Beberapa waktu lalu selalu bernuansa D'Cinnamons...'damai tapi gersang' . Beberapa hari ini bernuansa 'Sebeum cahaya'-nya Letto. Sejak lagu ini muncul..saya suka. Bukan hanya suka..tapi suka sekali ^_^ . Sudah lama tidak mendengarkan ini, sekarang jadi sering lagi.

Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi
Engkau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta

Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi
Engkau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kan membelaimu cinta


http://www.youtube.com/watch?v=Ts6cOBB9jk4

........sebelum cahaya.....bukan berarti tidak ada cahaya......

Read More......

Kamis, 04 November 2010

Iya kan...??!?!

iya kan? bener kan apa yang kubilang. Selalu nyaman ada disini. Hangat dan menenangkan. Karena ini adalah tempat yang biasa aku pakai untuk menyepi. Terkadang kita memerlukan saat untuk berdiam sendirian. Hmm...jadi pengen ke aula Nawawi. Kesana yukkk...

Read More......

Selasa, 02 November 2010

Rindu Ruangku (4)

Ingin rasanya mengembalikan hati dan diri pada situasi yang menyehatkan. Seperti dulu..rasanya nikmat sekali bisa tersenyum dengan tenangnya. Berjalan dengan semangat...melambungkan mimpi dan berlari me'nyata'kan mimpi. Dalam suasana yang sehat lahir dan batin. Membentuk energi yang berpendar ke seluruh aura diri. Bulan kesebelas...2 bulan menjelang tahun dua ribu sebelas. Saat ini hanya 1 mimpi itu yang menjadi target yang harus segera dijadikan nyata. Dan melihat gelagatnya,sepertinya mimpi itu akan sulit sekali terwujud. Dan aku harus bersiap-siap meninggalkannya. Demi tujuan yang sesungguhnya.

Mimpi dari seorang wanita yang hanya ingin menjadi wanita yang sebenar-benarnya, dan menjadi wanita yang mengerti tugas dan kewajibannya sebagai manusia.

Ya Rabb...kalau ini adalah hal-hal yang tidak baik untuk hamba...jauhkan dari kehidupan hamba...tetapi apabila ini adalah salah satu jalan dariMu untuk kebaikan hamba,kuatkan hamba...dengan segenap hati dan diri hamba...amin

Read More......

Sabtu, 30 Oktober 2010

Menjelang Tahun Ke-26

Oktober tinggal sisa 2 hari. Hari ini dan besok. Bulan depan sudah November, dan bulan besoknya sudah Desember. Bulan kelahiranku ^_^ , tak terasa tahun ini adalah tahun ke-26 aku menghuni bumi. 26 tahun??? Umur yang bisa dibilang lebih dari cukup untuk menjadi dewasa, tapi aku sendiri merasa masih jauh dari kata dewasa...hehehe..jadi aku tidak merasa berumur 26 tahun. Aku selalu merasa kalau aku masih berumur 21 tahun,hehehe...

Read More......

Selasa, 26 Oktober 2010

Oktober

Sekarang suhu badan seperti naik gara-gara masih pagi sudah berurai air mata. Sebenernya sih ga mau nangis-nangis, soalnya klo nangis keliatan cengeng..hehe..tapi y sudah terlanjur nangis mo gimana lagi. Sejak beberapa minggu suasana memang tidak asyik. Huh...maunya sih sabar dan ikhlas, tapi rasanya pengab, y sudah lebih baik nangis daripada larinya ke kepala jadi pusing malah ga bisa kerja. Rasa sabarku ingin aku perluas lagi, tapi koq susaaaaahhhhhhhh banget. Sebulan ini badan malah sakit-sakitan. Apa ini karena penolakan diri terhadap kenyataan? Sebentar lagi menginjak 6 tahun disini, tapi semakain hari semakin benci. Seharusnya waktu yang lama bisa menumbuhkan rasa cinta.

*menunggu hari yang membahagiakan*

Read More......

Rabu, 20 Oktober 2010

Rindu Ruangku (3)

Judulnya sama seperti tulisan sebelumnya, tapi postingan malam ini bukan kelanjutan dari postingan sebelumnya (yang judulnya sama). Hanya tema dan auranya saja yang sama. Seperti di judulnya, aku merindukan ruangku. Ruang dimana adil menjadi aturan baku tanpa pelanggaran dari penghuninya. Setelah menghangatkan hati di balik mukena isya, kembali pikiranku pada pencarian bukti-bukti untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaanku. Ditemani suara kodok, jangkrik, gemericik air pematang sawah dan my favorite song. Adem rasanya. Seperti ingin saat ini juga bicara bahwa ini SALAH. Setiap dalam doa, wajah si empunya aturan terbayang. Dan selalu terasa sesak nafas tertahan dan kepala tegang. Dan akhirnya aku tidak bisa menulis lebih banyak lagi, karena terlalu terbawa emosi hati. *semoga ada pencerahan, bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk semunya,Amin*

Read More......

Senin, 18 Oktober 2010

Kembali ke Ruang Hijau

Sepertinya butuh waktu untuk 'refresh' yang sebenar-benarnya refresh. Segala permasalahan yang muncul beberapa bulan terakhir sangat menyita perhatian. Terkadang ingin berlama-lama sendirian di dalam kamar, atau berlama-lama baca buku di my favorit space. Dan kenyataannya kita tidak boleh egois, tetap harus bergerak sesuai jadwal-jadwal yang sudah ada. Seperti yang tak memiliki saraf rasa, tanpa rasa. Akhir-akhir ini aku juga merasa kalau kinerjaku mulai turun. Lebih sensitif, lebih keras kepala, lebih tak bisa tersenyum lebih manis lagi. Sepertinya semua kaliimat dari dalam hati terkumpul di rongga mulut lalu tertelan lagi. Tak sempat menghambur ke udara bebas. Dulu bisa sangat nyaman sekali berada di ruang HIJAU. dan sejak bulan-bulan tak menyenangkan itu, aku pun jarang pulang. Pulang ke ruang hijau,bergumam lalu menulis. Malam ini aku kembali. kembali ke ruang hijau hanya sekedar untuk hadir lalu berbaur dengan udara malam. Hanya ingin mengingat bahwa ini hanyalah bagian nafas yang sengal.

Read More......

Selasa, 14 September 2010

Obat Alami dari dapur

Obat Alami dari Dapur
Selasa, 14 September 2010 | 15:22 WIB
shutterstock
TERKAIT:

KOMPAS.com — Apakah Anda sering berkumur dengan air garam untuk mengurangi sakit tenggorokan? Atau minum segelas susu panas untuk membantu Anda tidur? Solusi alami mungkin memiliki pengaruh medis yang dapat mengobati Anda dari beberapa penyakit ringan.

Menurut Dr Rob Hicks, dokter umum dan dokter rumah sakit dalam bukunya Old Fashioned Remedies From Arsenic To Gin mengatakan, banyak dari pengobatan rumah benar-benar tampaknya memiliki efek positif. "Jika ilmu pengetahuan belum dapat membuktikan bahwa pengobatan rumah dapat bekerja dengan baik, namun jika tidak akan membahayakan Anda, pengobatan itu layak dicoba," kata Dr Hicks.

Berikut tips Dr Hicks mengenai pengobatan rumah yang biasa dilakukan dan dianggap paling efektif:

1. Napas bau
Tomat: Makanlah tomat dua hingga tiga buah sehari untuk mencegah bau mulut atau halitosis. Napas beraoma tidak sedap sebenarnya disebabkan oleh senyawa belerang berbau busuk yang dihasilkan oleh bakteri yang berkembang dalam lingkungan minim oksigen, seperti bagian belakang lidah. Sementara tomat mengandung senyawa yang disebut ionones, yang dianggap menetralkan senyawa belerang tersebut.

Yoghurt: Makan secangkir kecil yoghurt setiap hari sebab bakteri aktif dalam yoghurt dapat menghambat bakteri penyebab bau.

Wortel: Makanlah wortel mentah jika berpikir napas Anda bau. Napas bau sering disebabkan oleh partikel makanan yang membusuk dan terjebak di antara gigi. Bila Anda mengunyah wortel maka akan merangsang produksi air liur, yang membantu menghilangkan partikel makanan. Serat dari wortel juga bertindak seperti sikat gigi pada gigi dan gusi.

2. Memar
Cuka: Rendam bagian yang memar di cuka dingin dan diamkan dari 10 sampai 20 menit. Memar sendiri terjadi ketika terjadi benjolan pembuluh darah dan kebocoran darah di bawah kulit yang menyebabkan pembengkakan, perubahan warna dan rasa sakit. Fungsi cuka ialah meningkatkan aliran darah dekat permukaan kulit dan membantu untuk menghilangkan darah menggumpal di daerah memar.

Bawang: Campur parutan bawang dengan sedikit garam dan letakan pada memar itu selama 10 menit. Bawang kaya quercetin, pigmen pada tanaman yang anti-inflamasi sehingga dapat mengurangi pembengkakan di sekitar memar Anda.

3. Bau badan
Lobak: Pertama jus lobak dengan food processor, kemudian tempatkan jus tersebut dalam kain yang diikat menyerupai buntalan. Setelah mandi, gosokan buntalan berisi jus lobak tersebut ke ketiak dan kaki dan biarkan hingga kering. Lobak sendiri mengandung anti-bakteri dan anti-jamur.

Soda bikarbonat: Gunakan soda bikarbonat untuk menetralkan dan menghilangkan bau badan. Soda bikarbonat menyerap keringat, cairan, dan zat lainnya yang berkaitan dengan bau badan. Bisa juga digunakan pada kaki berkeringat juga.

4. Sembelit
Lidah buaya: Jus dari tanaman ini mengandung bahan kimia yang disebut glikosida antrakinon, yang dapat membantu mengurangi sembelit dengan merangsang usus.

Mentimun: Makan seperempat mentimun sehari. Tanaman yang kaya cairan dan serat ini memiliki efek laksatif ringan yang membantu mengatasi kerja usus di perut yang lamban.

Liquorice: Kunyah dan telanlah campuran teh liquorice ini dengan air hangat dan minum. Minuman ini juga dikenal sebagai obat pencahar.

5. Batuk dan flu
Teh thyme: Berkumurlah dengan teh thyme (dibuat dengan menuangkan air mendidih , taruh beberapa teh dan biarkan hingga agak dingin). Panas yang berasal dari teh thyme akan membantu melepaskan zat aktif timol yang merupakan antiseptik yang kuat.

6. Ketombe
Minyak kelapa: Pijat ke kulit kepala dengan minyak kelapa dan biarkan semalam, kemudian baru bilas. Ulangi bila dirasa perlu. Banyak kasus ketombe disebabkan oleh infeksi jamur dan minyak kelapa mengandung asam aura dan kaprilat, yang memiliki sifat anti-virus dan anti-jamur.

7. Diare
Apel: Parut apel yang tidak dikupas dan biarkan di piring selama 15-20 menit sampai berubah warna menjadi coklat, kemudian makan. Pektin dalam apel dapat mengurangi peradangan. Buah ini juga mengandung asam malat dan tartrat yang dapat mengatur keasaman perut. Membiarkan buah hingga coklat membuat senyawa yang dibutuhkan lebih banyak tersedia.

Gula merah: Minumlah larutan 1-2 sendok teh gula merah yang dicampur dengan air hangat untuk meredakan diare. Molase dalam gula merah tampaknya memiliki sifat disinfektan yang membantu membunuh organisme menginfeksi sehinga terjadi diare.

8. Eksim
Kunyit: Campur minyak kelapa dengan bubuk kunyit dan paparkan di daerah yang terkena selama lima menit. Hal ini dapat diulang dua sampai tiga kali sehari. Kunyit sendiri mengandung zat kimia yang disebut curcumin, yang diyakini memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.

Teh: Rebus 4 kantong teh dalam air mendidih selama 10 menit. Biarkan dingin, kemudian peras dan ambil cairannya dan paparkan di daerah yang terkena dengan menggunakan kain. Tannin dalam teh berguna sebagai zat untuk mengurangi peradangan.

9. Nyeri sendi
Kemangi: Minumlah teh yang dibuat dengan menuangkan air mendidih pada segenggam daun kemangi sebanyak dua kali sehari. Minyak eugenol dari tanaman ini akan muncul untuk memblokir efek dari enzim siklooksigenase-enzim yang memicu peradangan dan nyeri.

Kina: Minumlah beberapa gelas per hari. Kina diduga memiliki efek anti-inflamasi dan penghilang rasa sakit.

Kunyit: Rebuslah kunyit dengan air mendidih, ketika cukup dingin paparkan di daerah yang sakit dengan ditutupi plastik dan biarkan selama 20-30 menit, dua kali sehari. Bahan aktif kunyit, yaitu cucumin, memiliki efek anti-inflamasi.

10.Sindrom pramenstruasi (PMS)
Kubis: Kurangi nyeri perut bagian bawah dengan menempatkan daun kubis langsung dari lemari es pada perut. Mereka akan memiliki efek yang sama seperti kompres dingin.

Bawang merah: Makan setengah siung bawang setiap hari pada hari-hari menjelang haid. Hormon berfluktuasi selama waktu dan kromium dalam bawang diyakini memiliki efek menetralkan.

Gula merah dan jahe: Tambahkan jahe segar dan gula merah sampai air hangat dan minum dua kali sehari. Jahe adalah obat penghilang rasa sakit alami. Dan nutrisi dalam gula coklat-tranquillise juga mengurangi rasa nyeri pada sistem saraf.

11. Stres
Cengkeh: Mandi dengan beberapa tetes minyak cengkeh. Minyak, yang mempunyai sifat membunuh rasa sakit secara alami akan meresap ke dalam kulit, meningkatkan sirkulasi untuk mengendurkan otot.

12.Sakit gigi
Lobak: Parut lobak kecil dan paparkan pada gusi dekat gigi yang sakit. Lobak mengandung senyawa yang disebut allyl isothiocyanate sintetis yang digunakan sebagai anestesi topikal.

13. Asam urat
Lavender: Kompres daerah yang terkena asam urat dengan rebusan lavender sampai mendingin. Lavender berfungsi mematikan rasa sakit dan anti-inflamasi dan anti-rematik.

14. Sakit kepala
Pisang: Tumbuk pisang yang sudah dikupas kulitnya lalu letakkan di area sakit kepala sampai 15 menit (ulangi sesering diperlukan). Sakit kepala disebabkan oleh perubahan dalam pembuluh darah. Buah pisang tinggi magnesium, yang dapat membantu untuk rileks pembuluh darah.

Bawang: Taruh potongan bawang mentah di belakang leher sebagai kompres dingin untuk meringankan ketegangan leher yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Read More......

Jumat, 10 September 2010

ADA MAAF DALAM CINTA
ADA TERIMA KASIH DALAM CINTA
ADA CINTA DALAM CINTA
INI BENERAN CINTA
UNTUK JONAM BINYAMI

^_^

Read More......

Rabu, 08 September 2010

Akhir Ramadhan 1431 H

Beberapa hari menjelang libur lebaran banyak hal yang menguras pikiran. Dan...kepala bagian kanan terasa lagi. Sesekali terasa seperti ditusuk jarum. Terjadi beberapa kali selama beberapa hari ini. Dan semalam terasa bukan seperti ditusuk, tetapi terasa berat. Sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, hanya saja ini janggal buatku. Kalau sakit kepala biasa bukan seperti ini rasanya. Ya Rabb...semoga ini bukan apa-apa.

...jadi tidak bisa lanjut nulis...

Read More......

Senin, 06 September 2010

Curhat Minyabi

Jonam...semestinya kita bisa berbagi. Apa yang kau rasakan sekarang? Masih banyak tanda tanya ya? Masih ragu-ragu ya? Semua yang keluar dari zona aman dan ingin masuk ke zona 'menantang' pasti merasakan sepertimu. Aku juga sama..hehehe...tapi kita niatkan saja bahwa rencanamu bukan hanya sekedar untuk mendapaatkan sesuatu yang lebih banyak, tetapi untuk menjadikan kita manusia mandiri. Insya Allah...Allah tidak akan mengurangi rejeki hamba-Nya...dan Dia mengikuti prasangka hamba-Nya. Insya Allah kita bisa. Sepertinya, bulan Ramadhan tahun ini hati kita benar-benar sedang diuji. Aku disini juga rasanya kelabu. Sedih dan juga belum tahu harus berbuat bagaimana. Ide-ide belum muncul juga ke permukaan. Seperti lilin yang terkena api,,,meleleh. Rasanya aku meleleh sehabis-habisnya. Seharusnya aku kuat, dan aku harus kuat. Tapi, terkadang rasa lelah membuat aku seperti orang putus asa. Padahal aku tidak putus asa, dan aku tak mau putus asa. Nanti pasti aku kembali segar lagi. Pasti..!!

Read More......

Minggu, 05 September 2010

..Numpuk

Tidak akan selesai dengan diam. Tidak akan selesai dengan air mata. Hari ini seperti hari berkabung saja. Ingin rasanya berada di tempat yang hanya ada aku dan Engkau Ya Rabb. Sepertinya hari-hari ini organ hati dan otakku belum bisa membantu. Masih butuh beberapa hari lagi untuk mencerna kemudian mengambil ide cemerlang. Seharusnya hari ini bisa optimal mengambil hikmah-Mu. Tetapi hari ini rasanya melelahkan sekali. Terutama otak. huhh...!!

Read More......

Rabu, 01 September 2010

Apa adanya

dalam purnama tak bertuan
sekali teguk hisapan air tebu
nilainya setara peluh pejuang hati
kulit yang tak lembut
yang dirindunya
pemilik senyum dingin
yang diabaikannya
antara iya dan iya
atau antara tidak dan bukan

Read More......

Kamis, 26 Agustus 2010

Rindu Ruangku (2)

Rindu melihat purnama dengan sempurna. Di langit yang disulapnya menjadi benderang, seolah aku bisa berdiskusi dengan bintang, semburat putih awan dan juga purnama itu sendiri. Cahayanya seolah ingin menyerap semua rahasia dan ruang yang kumiliki. Mulanya bagaimana aku bisa menyukai purnama, pun aku tak tahu. Hanya segenap perasaan seolah melayang bersama sinar purnama seperti bidadari yang menari dengan selendangnya. Bulan. Bulan. Bulan. Aku merindukan bulan. Bulan, ruangku yang kesekian. Tadi malam aku baca novel Padang Bulan karya Andrea Hirata. Ada cerita ketika dia begitu menyukai komidi putar saat padang bulan. Ya..padang bulan...aku rindu ruang padang bulan. Purnama yang terbit selepas maghrib. Tapi tanpa komidi putar, karena aku tak suka komidi putar. Jangankan menaikinya, baru membayangkannya saja aku sudah mual. Aku rindu ruangku...dimana ada aku dan cahaya purnama selepas maghrib. Kenyataannya sekarang aku tidak bisa menikmati purnama seluas dulu. Pandangan mataku berbayang bila melihat benda yang bercahaya. Mungkin ini yang disebut gangguan mata. Walaupun purnama tak bisa kuterima dengan sempurna, aku tetap merindukannya. Ruangku yang sendiri...bersama secangkir teh.

Read More......

Rabu, 25 Agustus 2010

Memulai dengan Basmallah

Ramadhan sudah masuk hari ke-15. Beberapa hari lagi Abi akan menjadi manusia 'bebas'. Tidak terikat kerja dengan orang lain. Dari dulu itulah keinginannya. Insya Allah semua akan dimulai. Siang ini tiba-tiba perasaanku tidak nyaman. Tapi, disisi lain aku juga sangat mendukung apa yang dia inginkan. Paling tidak, menuju manusia mandiri secara lahir dan batin...hehehe... Aku sendiri juga tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya. Dia sempat bertanya, kalau dia menganggur bagaimana? Aku tahu, setiap makhluk hidup membutuhkan bnyak sarana untuk menjalani hidupnya. Aku tidak mau kalau dia menganggur, tapi aku lebih tidak mau lagi kalau dia terus bertahan di tempatnya yang sekarang. Yang aku tahu, Allah tidak akan merubah nasib orang kecuali orang itu sendiri yang merubah nasibnya. Semoga Allah memudahkan rencana-rencana Abi. Amin. Dimulai dengan menyebut nama Allah SWT,,,semoga diridhoi dan diberkahi. Amin.

Read More......

Senin, 23 Agustus 2010

DIMANA UJUNG LINGKARAN?

Lingkaran ternyata bukan hanya berbentuk bulat. Ceritanya akan sama dan akan terulang setiap zaman. Bertemu ujung dari ujung-ujung sudut derajat. Tak akan bisa ditemukan mana asal dan mana akhir. Ketika setiap kali keinginan ingin terpenuhi, setiap seperti itulah hati seperti tidak bernurani. Ingin rasanya menjadi yang ‘ter-‘ dalam setiap hal yang baik-baik menurut pandangan dan pikiran manusia. Bukankah manusia adalah makhluk yang berlogika tetapi bukan makhluk yang menetukan akhir dari setiap titik sudut? Tak adakah rasa kekhawatiran terhadap sesuatu yang lebih dahsyat? Yang lebih menenangkan? Tak inginkah mengetahui bagaimana warna-warna setiap sudut yang membentuk lingkaran? Bukankah lingkaran itu tempat dia menempuh langkah dan mengambil nafas. Lalu tak bisakah dia diam terhadap sesuatu yang diluar kendali logika dan kepandaian manusia? Sungguh paham dan ideologi luhur para leluhur kita dulu telah digeser olah sesuatu yang menamakan dirinya kemajuan zaman. Bahkan nilai luhur dari ajaran agama terluhur pun terenggut oleh istilah modernisasi. Sesungguhnya..bagaimana cara berikir yang rasional? Bilakah kita bisa merasakan sesuatu yang tak kita punya? Bisa dihitung dengan jari, para hati yang bisa memahami. Sering kali aku bicara...bahwa yang mayoritas belum tentu yang berkualitas. Dan yang minoritas belum tentu yang tak pantas. Bukankah kau bisa ambil pelajaran yang lebih berharga supaya kau tak selalu meratap ketika kau merasa pengab? Seringkali nilai berbanding terbalik dengan jumlah. Tak bisakah kau merasakan dingin yang menusuk tulang ketika kau menatap dengan ratapanmu?

Read More......

Selasa, 06 Juli 2010

my favorite...

Lagu ini berpuluh-puluh kali didengerin. Tapi blm ada bosannya juga. D'cinnamons's song.

Lyric :
seindah dalam kata
seindah dalam cinta
bilakah segala-galanya bersatu
tetapi kenyataan
hidupnya pengorbanan
tinggal penghabisan lamunan
berlalu

semua kehidupan dia
berkhayal tinggal yang ada
rindu sayangi sesama
hidupmu, sebentar saja

seharum wangi bunga
hidup bersandiwara
beribu katanya senada merayu

tetapi kenyataan
hidup berliku ganda
tinggalkan bertanya
bertanyatiada

dan kini tiba saatnya
bahagia datang padanya
semua saling mencinta
di kedamaian yang ada

hidupmu sebentar saja

Read More......

Minggu, 04 Juli 2010

Juli

Semua berawal dari mimpi. Iya kan? ada mimpi untuk bisa dimiliki dan ada mimpi untuk tetap menggantung di hati. Mati dalam iman Islam itu yang utama. Begitu banyaknya kengerian yang ada. Kaduhung. Ulah nepi ka jadi kaduhung.

Read More......

Kamis, 17 Juni 2010

diam dalam diammu

Entahlah di mana yang salah. Aku melihatmu seperti jiwa yang bungkam. Bungkam tanpa ungkapan-ungkapan keinginan. Bukankah memang begitu ketika kau dilanda amarah. Tapi kali ini kenapa? Hati terkasih...terlalu lama kau larut dalam diammu. Entahlah apa yang kau fikirkan dan simpulkan. Hatiku dicipta untuk menjadi perempuan. Yang tetap lemah walaupun mengaku baik-baik saja. Terkadang merasa terbebani dengan rutinitas dan kegiatan yang menguras waktu,tenaga dan pikiran. Terkadang merasa di ujung kelelahan. Dan diammu melengkapinya. Aku pun terlarut dalam detik-detik nafasku sendiri. Dan itu juga menambah kombinasi alasan untuk diammu. Juga diamku. Semakin kau diam...aku juga diam. Bermacam simpulan apa yang ada dibenakmu? Formula apa yang ada di fikirmu? Mungkin hatiku belum terlatih untuk bersandingan dengan perjalanan waktu. Bagaimana aku bisa menemukanmu di tanganku? Duduklah sejenak...ceritakan lagi tentang sebuah hati yang teresapi mimpi.

Read More......

Rabu, 09 Juni 2010

Juni...Bunyi-Bunyi Cinta...

Juni...bunyi-bunyi cinta...
cinta...dan cinta..dan selimut kabut hangat di setiap nafas. Seperti dituntun oleh sesuatu yang tak aku pahami sendiri. Hampir enam bulan aku mengenalnya tapi belum bisa mengenalnya. Umarku. Sering terbentur dengan prinsip-prinsip masing-masing. Bagaimanapun, Umarku tetap keras hati, dan Umarku tetap Umarku. Bukan perkara mudah untuk bisa berjalan seiring. Ketika dia ingin dipahami, sama aku juga. Sering memang, kebiasaan-kebiasaanku sendiri tidak berkenan untuknya.

Juni bunyi-bunyi cinta...
hantaran alam pengantar tidur...
di sana senja menjingga
di antara lantunan pujangga dalam nestapanya
masih terdengar genderang kemenangan di sisi lain daun pisang
menuju pagi menjemput embun merebut matahari


--ka--

Read More......

Jumat, 07 Mei 2010

Manusia 'bodoh'

........
........???
???????????

siapa yang mencari pasti

Read More......

Kamis, 15 April 2010

Ingin Yang Ingin TIDAK Hanya Sekedar Ingin

Banyak sekali rencana-rencana tiap-tiap kepala. Secara standar, banyak yang ingin punya rumah bagus cenderung mewah,punya mobil,fasilitas oke,pekerjaan enak,uang banyak,bisa jalan-jalan kemana saja. Siapa yang menolak bila hidup enak? tapi bukan seperti itu yang berada diurutan atas untuk keinginan-keinginanku. Semoga ada jalan untuk bisa diwujudkan.
Banyak sekali keinginan otak ini :


* punya anak angkat...ini keinginan sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas
dan target ini belum terwujud sampai batas waktu yang ditargetkan...kapan ya??
* punya sekolah...hmm..untuk satu ini masih jauh sekali terwujud...dan kebetulan ada teman yang punya mimpi sama. Mudah-mudahan kita bisa ya Kawan...semangat..!!
* punya panti asuhan dengan banyak anak asuh...hehehe...amin...
* bisa menjadi perempuan yang bebas menjadi perempuan muslim (untuk satu ini terdengar aneh buatku sendiri..ini kan negara bebas dan aku juga warga bebas)
* menjadi pengusaha...(hehehe..hampir semua orang juga mau)
* menjadi penulis, penjahit dan ahli masak...

hmm...apalagi ya? belum selesai..lanjut nanti...

Read More......

Rabu, 14 April 2010

Damainya...beginilah mungkin...
atau ada pilihan lain?

Read More......

Selasa, 13 April 2010

Bojong Kokosan-Parungkuda-Sukabumi







Hari Sabtu, tak begitu banyak masalah, jadi bisa pulang 'lebih' awal dari jam biasanya. Bersama dengan seorang teman, mampir dulu ke Monumen Palagan Perjuangan Bojong Kokosan. Ternyata...tempatnya lumayan enak untuk bersantai.

Read More......

Jumat, 09 April 2010

aku menjawab

Manusia cuma bisa apa? menjalani takdirnya dan menjalani kehidupan sesuai aturan yang sudah dibuat-Nya kan? Semakin ingin untuk menambah dan terus memperbaiki.

Buat Abinyaumi : entahlah ..... tidak bisa ada kata-kata yang rapi...

Read More......

Senin, 05 April 2010

berkhayal

Hmm....gimana jadinya kalo aku sekarang punya anak kecil yang mungil, yang bukan lahir dari rahimku? Hmm..sepertinya menarik. Tapi bukan tentang menarik atau tidak menarik,melainkan apakah sanggup menjadi ibu dari anak mungil itu? 'IBU?' aneh rasanya didengar telinga. Apa-apa saja masih manja, gimana mo jadi ibu buat anak mungil itu. Hehehee,,,,,,,berdoa dan berusaha.....tujuannya kan cuma satu...menutup mata dengan cinta dan bahagia........

Read More......

Sabtu, 03 April 2010

---!!!!!---

--kenapa takut..??--semakin kau berontak tanpa melawan,justru akan membuat saraf2 otakmu pecah tanpa kau duga, dan organ hatimu berhenti membersihkan racun untuk darahmu---

kalimat itu yang membuat perutku makin mual. hmm....kenapa belum juga ada keberanian untuk bertindak..? semakin dan semakin ingin saja.

Read More......

Rabu, 31 Maret 2010

==ternyata,,,,menjadi kosong
beginilah rasanya.........

Read More......

Jumat, 26 Maret 2010

--la..la..la..la...

Hanya senang. Dan memang senang. Dari kemarin cuma 'sig-in' saja, tak ada satu kata pun yang bisa ditulis. Saat-saat begini yang menyebalkan. Tak bisa kumuntahkan semua kata-kata yang ada di otak, mata, tangan, kaki, hati, jantung dan semua organ diri ini. Apalagi ini karena kebahagiaan. Aku bahagia. Aku senang. Hanya saja takut ini terlalu berlebihan untuk diriku. Dia lagi dan selalu dia yang membuat ulah. Dia yang membuatku seperti perempuan hilang akal. Ingin rasanya menghambur ke dalam peluknya...dan tak ingin melihat dunia. 'CUKUP' dia, tak pelu yang 'lebih'. Setiap dalam doa..semoga selalu seperti ini, semoga kebahagiaan ini jangan berlebihan, karena aku bisa ketakutan. ==abinyaumi==

--ka--

Read More......

Senin, 15 Maret 2010

sekedar catatan perjalanan sehari

Perjalanan sehari. Aku memang selalu membiasakan diri mencari hal-hal menarik di setiap perjalanan yang mungkin tidak terperhatikan. Yang kadang kita tidak sadar keberadaan beberapa kejadian yang mungkin saja bisa menjadi pelajaran atau juga hiburan. Minggu,14 Maret 2010, rencana memuaskan nafsu hati untuk menenggelamkan diri di antara buku-buku di Islamic Book fair. Hari ini adalah hari terakhir Islamic Book fair digelar. Sudah dibayangkan penuh sesak di sana. Perjalanan memakai jasa angkutan kereta kelas ekonomi Bogor-Jakarta. Aku suka naik kereta, karena selalu ada hal-hal yang menarik. Untung pagi itu kereta tidak penuh sesak, jadi aku bisa leluasa memperhatikan kondisi sekeliling sambil membaca majalah sastra kesayangan. Yang sempat membuat aku tersenyum, ketika ada seorang ibu membawa 3 orang anak kecil, dan tidak kebagian tempat duduk. Lelaki di sebelahku menawarkan bangkunya untuk si Ibu. Tapi dia menolak.
"makasih A, bentar lagi juga turun, ini mah cuma pengen naik kereta aja koq" jawab si Ibu.
Anak kecil itu lucu dan lincah. Hmm...aku jadi ingat diriku beberapa bulan yang lalu. Ingin sekali naik kereta.
Tapi yang paling di tunggu adalah...aku ketemu Abi. Senangnyaaaa....!
Sampai di stasiun sempat bingung juga. Tapi akhirnya ketemu Abi. Alhamdulillah, dia senyum padaku. Dan siang ini aku habiskan waktu bersama Abi berdesak-desakan di stand-stand buku. Menyenangkan. Kalau seandainya aku kecil, mungkin lebih baik aku bersembunyi di kantong kemejanya Abi. Tapi, aku lihat muka Abi, dia juga terlihat lelah.
Dan akhirnya, pulangnya kehujanan. Sebenarnya tidak tega juga melihat raga Abi kelelahan, tapi itulah Abi, selalu menjawab tidak apa-apa,tidak capek. Selalu sayang umi untuk Abi..........

Read More......

Sabtu, 13 Maret 2010

rindu ruangku

hmm...aku rindu ruangku ini. sudah lama sekali rasanya aku tidak bermanja-manja di sini.

Read More......

Jumat, 12 Maret 2010

dia...abinyaumi...

dia...abinyaumi...sudah dua kali dia tak mau bicara pada uminyabi. Uminyabi sempat menitik air mata gara-gara itu. Uminyabi tahu, itu adalah reaksi dari rasa sayang dalam hati abinyaumi. Uminyabi juga memahami bahwa Abinyaumi selalu ingin menjadi orang yang diperlukan. Uminyabi memang perlu abinyaumi. UMar...namanya...dan memang seperti UMAR keras hatinya. Hati keras yang penuh kasih. Seperti uminyabi yang selalu ingin dapat kasih sayangnya.
Abinyaumi....jangan diamkan uminyabi lagi......

Read More......

Kamis, 11 Maret 2010

belum sempet baca,,,jd posting dulu aja di sini

Restu Redaksi Untuk Sastrawan
Senin, 30 November 2009 | 11:34 WIB
Kompas/was
Seno Gumira Ajidarma

Oleh Hendri R.H

Sepertinya ini sebuah guratan takdir bahwasannya kami harus menyembah redaksi kebudayaan untuk dikatakan sebagai seorang sastrawan. Lalu apakah menjadi sebuah kemutlakan bahwa sastrawan harus melewati penggonjlogan redaksi sastra?

Gelar sastrawan bagi seorang penyair, penulis, esais, dan dramawan bukanlah proses formal sebuah pendidikan akademik. Ada semacam dikotomi bahwa sebenarnya pendidikan formal bagi sastrawan adalah media massa. Pemerolehan gelar sarjana sastra dalam formalitas akademik, tentu tidak menjamin menjadi sastrawan, diperlukan suatu jalan panjang bahwa proses kreatif dan pengakuan dari sastrawan lain itu hal yang cukup penting.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang berbeda, proses untuk mendapatkan pengakuan sebagai sastrawan tidaklah mudah. Ada semacam gengsi tersendiri bahwa seorang sastrawan harus identik dengan media massa, atau bahkan karyanya harus sering nongol di media massa.

Sastrawan yang baru naik daun akan senang ketika karyanya dihargai oleh orang sekelas Nirwan Dewanto, atau bahkan sekalipun dicaci maki oleh seorang H.B Jassin. Karya sastra yang dihasilkan tentu bukan hanya untuk konsumsi pribadi namun juga dipublikasikan ke khalayak umum. Dengan kata lain sastrawan sendiri membutuhkan eksistensi agar karya-karyanya dapat dikenal.

Menariknya dalam ruang lingkup sejarah sastra Indonesia, kemunculan media massa membawa angin perubahan yang cukup berarti, lihat saja W.S Rendra yang karyanya pertama kali dimuat dalam majalah-makalah terkemuka di Jakarta dan lembaran kebudayaan di Solo dan Yogya. Belum lagi Seno Gumira Adjidarma, Acep Zamzam Noor, Sutardji Calzoum Bachri dan Joni Aria Dinata yang hidup dan menemukan gelar sastrawannya lewat media massa.

Penghargaan dan pengakuan tersebut sebenarnya membuat sebuah pembenaran bahwa seorang penulis ketika berhasil melewati testing redaksi, telah dianggap sebagai seorang sastrawan. Asumsi semacam ini memang benar adanya, karena saking hidupnya dunia sastra, bermunculan penyair-penyair muda dalam khazanah sastra Indonesia. Di satu sisi hal ini menjadi modal awal bagi sastrawan muda untuk menggali dan mengembangkan potensinya. Terlebih ketika karyanya dimuat, mau tidak mau akan mempengaruhi kepercayaan dirinya.

Dalam ruang batas seperti inilah, penggolongan antara penulis akademik dan non-akademik, berbaur menjadi satu. Dihadapan seorang redaktur sastra, tidak ada semacam dikotomi berlabel akademisi sastra, justru karya yang menjadi label tersendiri. Sehingga siapa saja bisa menemukan gelar sastrawannya ketika memasuki dunia koran dan majalah.

Pengkaderan sastrawan oleh redaktur sastra sebenarnya berawal dari abad ke-20 ketika di Bandung terbit sebuah surat kabar Medan Prijaji dengan redaktur R.M.D Tirto Adhi Soerjo yang memuat cerita-cerita bersambung berbentuk roman. Berlanjut sampai zaman balai Pustaka dan angkatan 66, sudah banyak media massa yang ikut melestarikan sastra diantaranya Jong Sumatra, Sastra, Indonesia dan Horizon dan Kalam yang dikelola oleh kelompok Teater Utan Kayu. Sampai sekarang ini, mungkin hanya surat kabar yang masih setia menyajikan rubrik sastra tiap minggu.

Pemerolehan gelar untuk menjadi seorang sastrawan tentu saja tidak harus melalui koran atau majalah. Taufik Ismail misalnya, justru eksis ketika karyanya dibacakan dalam sebuah demonstrasi mahasiswa dan pelajar dalam menyampaikan TRITURA. Pengarang yang hidup dalam dunia “perlawanan” juga tak kalah eksistensinya, misalnya Wiji Tukul yang menyuarakan kaum buruh.

Tetapi hal demikian akan sulit diterapkan pada masa sekarang, dulu ketika orang membaca dan menulis dianggap sebagai sebuah barang langka, kini setiap orang bisa melakukannya. Sehingga mau tidak mau sastrawan butuh media untuk eksisistensi dan penggonjlogan dari redaksi sastra, terutama bagi media yang sudah malang melintang di media massa, seperti Horizon, Kompas, Republika, dan Tempo. Persaingan tentu menjadi hal menarik untuk mengukuhkan gelar sastrawannya.

Bahkan saking ketatnya persaingan untuk karya pada koran dan majalah. Seorang sastrawan muda harus mampu bersaing dengan sastrawan senior dalam hal eksistensi. Sastrawan sekelas Hamsad Rangkuti, Taufik Ismail, Putu Wijaya dan Sides Sudyarto, masih tetap aktif menulis untuk Koran dan majalah. Padahal sebenarnya mereka sudah mempunyai pamor jika seandainya mau menerbitkan buku sekalipun.

Seno Gumira Adjidarma yang malang melintang dalam dunia Koran, membuat sendiri kumpulan cerpennya, Sepotong Senja Untuk Pacarku, Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta, Saksi Mata, Penembak Misterius, Kematian Donny Osmond, Dunia Sukab, Iblis Tidak Pernah Mati, Di Larang Menyanyi di Kamar Mandi, adalah kumpulan cerpen dia ketika ditulis di media massa. Padahal jika berpijak pada ketenaran namanya, dia toh bisa saja membuat antologi independen yang terlepas dari media massa. Namun testing media massa justru membuat para cerpenis membukukan kembali karyanya, seakan cerpen-cerpen tersebut sudah lulus dan berlabel sertifikasi media massa.

Lain hal dengan para penyair yang rame-rame membukukan kembali karyanya ketika di media massa. Kompas saban tahun juga menerbitkan buku kumpulan cerpen, yang lebih dikenal dengan cerpen pilihan kompas. Pembukuan kembali cerpen seperti ini seperti mengundang kembali kanonisasi karya sastra yang digembar-gemborkan oleh Saut Situmorang.

Sebenarnya kanonisasi yang heboh terlebih dahulu, ketika seorang kritikus sastra Marcel Reich-Ranicki jerman membuat kumpulan karya terbaik. Menurut dia, karya tersebut layak dipandang sebagai karya abadi. Bagaimana dengan Indonesia, tentu saja menimbulkan polemik tersendiri. Akan timbul asumsi publik bahwa karya sastra di luar kumpulan karya sastra tersebut merupakan karya yang tidak bermutu, terutama kumpulan karya media massa ternama yang sudah lulus testing redaksi sastra.

Saut situmorang bahkan menyebut bahwa betapa susahnya menjadi seorang sastrawan Indonesia. Seperti yang ia ungkapkan ketika mengutip pernyataan Nirwan Dewanto dalam “Kilas Balik 2002”, 5 Januari 2003.Redaktur Tempo ini mengatakan.

“Setiap akhir tahun saya merasa lara dan terkutuk sebab saya tahu tak banyak karya sastra dalam bahasa nasional kita dalam setahun itu yang layak dikenang. Sebagian besar hanya akan tinggal sebagai bahan dokumentasi. Juga sepanjang 2002. Namun, takut menjadi anak durhaka di kampung halaman sendiri, saya berusaha toleran terhadap mutu sastra, lalu menghibur diri: lihat, bakat baru terus bermunculan. Ajaib, masih ada yang bisa meloloskan diri dari mediokritas yang kian merajalela dalam masyarakat saya. Bagaimana mungkin negeri yang tenggelam dalam kelisanan ini masih bisa menghasilkan penulis unggul?”
***
Memandang sekilas tentang peranan media masa dalam mendidik seorang penyair. Akan selalu berbenturan bahwa dengan otoriterisme seorang redaksi sastra atau setidaknya harus melewati meja redaksi. Akibatnya banyak orang yang hendak menjadi seorang sastrawan harus menelan pil pahit karena karyanya dimuat sama sekali. Sebagai perlawanan muncul berbagai media lainnya sebagai tandingan media massa, yaitu Internet.

Kemunculan situs dan komunitas sastra Internet mulai merebak ketika Internet masuk ke Indonesia. Hakikatnya setiap orang bisa menulis karya sastra, tanpa ada interfereni semacam redaksi sastra, bahkan saking mudahnya, orang bisa memajang karya-karya dalam ruang pribadi di internet.

Antologipuisi, puisikita, gedongpuisi, puitika dan cybersastra merupakan antek-antek generasi sastra Internet. Saking merakyatnya dunia sastra orang-orang mulai meramaikan khazanah sastra Internet. Malah tahun 2002 situs cybersastra membuat sebuah antologi puisi bernama cyberpunk. Penerbitan antologi puisi sebagai “jalan pintas” untuk mencapai gelar sastrawan tentu saja mengundang berbagai reaksi keras. Dalam sebuah esai Saut Situmorang, Maman S. Mahayana Pengajar FSUI mengatakan , bahwa para penyair cyberpunk Indonesia itu belum pantas untuk dikategorikan sebagai “penyair” tapi “penulis puisi” hanya berdasarkan ketidakjelasan produktivitas mereka belaka.
Sebuah tamparan keras juga dilontarkan Ahmadun Yosi Herfanda, Redaktur Republika ini menyebut bahwa pemuatan karya sastra di Internet, hanyalah karya yang tidak lolos ke Media. Pernyataan ini seakan-akan ada dikotomi yang begitu jauh antara sastra Koran dan sastra Internet.

Para penulis di dunia internet, mungkin menyadari betul bahwa eksistensi menulis di media masa tentu lebih menantang dan mendapatkan keuntungan finansial tersendiri. Namun sepertinya karena kemudahan dan kemajuan zaman, mereka dengan mudah dapat menciptakan media sendiri, sehingga akan lebih bebas berekspresi tanpa rasa deg-degan kecewa ketika karyanya tidak dimuat.

Label-label media massa yang diisi oleh para sastrawan seperti Nirwan Dewanto, Ahda Imran, Rahim Asik, Ahmadun Yosi Herfanda. Seakan sebuah simbolisme keutuhan pengkaderan gelar sastrawan, di tangan merekalah mungkin gelar tersebut dapat diperoleh.

Pemilihan media massa untuk membuka gerbang seorang sastrawan memang tidak dapat dielakan. Eksistensi dan persaingan tentu menjadi hal yang menarik dan menuntut seorang untuk lebih kreatif. Tetapi untuk menjadi gelar seorang sastrawan tentu tidaklah mudah, tidak hanya mengandalkan peran media massa, pemantapan, daya kreatifitas, atau bahkan gelar akademik sekalipun. Karena menjadi seorang sastrawan adalah panggilan hati, itulah kiranya yang dikatakan oleh Acep Zam-zam Noor.


Hendri Hidayat
0707889

Hendri R.H, lahir di Sumedang 4 agustus 1989. Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Menulis Esai dan Puisi, puisinya tergabung dalam antologi Para Penyair. Aktif dan bergabung di Komunitas Anak Sastra UPI www.anaksastra.blogspot.com

Read More......

Rabu, 10 Februari 2010

tujuan

cuma takut ...
hanya biasa terkesan
tapi sungguh
kecil dan manis
untuk yang jadi tujuan

--ka--

Read More......

Jumat, 05 Februari 2010

...(*ga ada judul*)...

Anak tangga ke berapa?
Astaga...kita lupa tak menghitungnya
padahal harus hitungan pasti
untuk tiket membeli kursi
masuk deretan antrian kain putih yang bersih
"haruskah kita kembali?"
tanyamu di desah-desah resah kita
"bagaimana akan kembali?"
lagi..kau bertanya lagi
tahukah kau sayang...
ketakutan ini mencekam...
seperti jiwa yang sudah tergenggam
untuk resahmu malamku akan tersenyum
tahan ketakutan-ketakutanmu pada baris-baris hujan

--ka--

Read More......

Kamis, 28 Januari 2010

aku jahat hari ini

aku jahat hari ini

AKU JAHAT HARI INI..!
aku jahat hari ini
tak bisa menolong yang membutuhkan
aku jahat hari ini
mengubah mata beningnya berkaca-kaca
aku jahat hari ini
memberi luka di perasaannya
aku jahat hari ini
menghujani hari-hari cerahnya
aku jahat hari ini
membiarkan HATIKU menangis sendiri

aku jahat hari ini...!!!

Read More......

my friend






selalu ada 'keajaiban' bersama kalian...love u all...

Read More......

Januari ...?

Dunia Jembatan menuju RUANG yang lebih Baka...Lintasilah sebaik2nya.

Petunjuk banyak bertebaran, baik yg tetulis maupun yg tidak. Carilah, kau pasti akan menemukannya.


Dua kalimat yang aku kutip dari tulisan Epri Tsaqib (penulis buku puisi Ruang Lengang), memang benar. Dan hari ini aku tidak bisa berbuat banyak. Akhir bulan yang tidak menyenangkan, tapi aku yakin ini jalan yang sudah diatur oleh Allah SWT. Seandainya ini menjadikan mereka berprasangka, aku tidak apa-apa.

Hari ini senyumku rasanya mahal sekali.

Read More......

Jumat, 22 Januari 2010

...37T...(the meaning of..)

Sesuai judul..."the meaning of...", dalam bahasa Indonesia : arti dari. Banyak yang tanya, '37T' artinya apa. Hmm....sebenarnya malas sekali menjawab pertanyaan ini, karena ujung-ujungnya pasti ditertawakan. Intinya 37T sudah seperti identitas. Dan ini menjadi identitas sesuatu atau tulisan yang aku tak bisa memberi identitas pada tulisanku. Dan 37T adalah menunujukkan bahwa apa yang ada disitu adalah aku.

Read More......

...37T...

...teronggok lunglai di pojok,
berlalu sapuan angin tak menyentuh
ketika badai kabarkan kesukaan
istilah-istilah peribahasa tak bisa
menjadi pantas menjelma layar,
kakinya bergetar...
dia hanya menitip pesan
pada debu-debu yang lembut
agar bumi tak merenggut
hujan dan gerimisnya yang mengirim kabut

--ka--

Read More......

Selasa, 19 Januari 2010

....tangga batu...

selepas janji mau apa?
diamnya diamnya dan diamnya
selaku urusan yang tak ada restu tergenggam...

Read More......

Jumat, 15 Januari 2010

bukan baru

……hujan lagi……
Musim angin lagi…
Dan aku disini lagi
Di batu licin ini lagi,
Kutititipkan sajak lamaku.
Di lampu merah perempatan pasar…
Ada juga ku pesankan puisi untukmu..
Nebula yang tak habisnya…
Bergulung debu di album lama
Sampai ku renta…
Engkau energy gairah pena yang ku punya...

Read More......

Rabu, 13 Januari 2010

curhat di bulan Januari

Ceritanya awal tahun, banyak orang punya rencana-rencana dan harapan-harapan baru. Saya sih biasa saja, yang penting memperbaiki diri. Dan ini posting pertamaku di tahun 2010. Hanya sekedar memulai saja. Banyak cerita di awal tahun...tapi belum sempat diceritakan. Beberapa hari setelah awal tahun, banyak hal-hal yang bisa dipelajari. Memulai mimpi. Bersiap untuk diwujudkan. Ingin ikut merasakan seperti kebanyakan orang, yang selalu bilang...beranilah untuk memulai dan nikmatilah prosesnya dan raihlah hasil akhirnya. Seperti semangat Arai di Sang Pemimpi. Aku sudah mulai,dan pantang untuk berhenti. Mudah-mudahan Allah memberi ridho-Nya,amin.
dan Bismillahirrahmannirrohim.......

Read More......