Anak tangga ke berapa?
Astaga...kita lupa tak menghitungnya
padahal harus hitungan pasti
untuk tiket membeli kursi
masuk deretan antrian kain putih yang bersih
"haruskah kita kembali?"
tanyamu di desah-desah resah kita
"bagaimana akan kembali?"
lagi..kau bertanya lagi
tahukah kau sayang...
ketakutan ini mencekam...
seperti jiwa yang sudah tergenggam
untuk resahmu malamku akan tersenyum
tahan ketakutan-ketakutanmu pada baris-baris hujan
--ka--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar