Juni...bunyi-bunyi cinta...
cinta...dan cinta..dan selimut kabut hangat di setiap nafas. Seperti dituntun oleh sesuatu yang tak aku pahami sendiri. Hampir enam bulan aku mengenalnya tapi belum bisa mengenalnya. Umarku. Sering terbentur dengan prinsip-prinsip masing-masing. Bagaimanapun, Umarku tetap keras hati, dan Umarku tetap Umarku. Bukan perkara mudah untuk bisa berjalan seiring. Ketika dia ingin dipahami, sama aku juga. Sering memang, kebiasaan-kebiasaanku sendiri tidak berkenan untuknya.
Juni bunyi-bunyi cinta...
hantaran alam pengantar tidur...
di sana senja menjingga
di antara lantunan pujangga dalam nestapanya
masih terdengar genderang kemenangan di sisi lain daun pisang
menuju pagi menjemput embun merebut matahari
--ka--
Rabu, 09 Juni 2010
Juni...Bunyi-Bunyi Cinta...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar