Judulnya sama seperti tulisan sebelumnya, tapi postingan malam ini bukan kelanjutan dari postingan sebelumnya (yang judulnya sama). Hanya tema dan auranya saja yang sama. Seperti di judulnya, aku merindukan ruangku. Ruang dimana adil menjadi aturan baku tanpa pelanggaran dari penghuninya. Setelah menghangatkan hati di balik mukena isya, kembali pikiranku pada pencarian bukti-bukti untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaanku. Ditemani suara kodok, jangkrik, gemericik air pematang sawah dan my favorite song. Adem rasanya. Seperti ingin saat ini juga bicara bahwa ini SALAH. Setiap dalam doa, wajah si empunya aturan terbayang. Dan selalu terasa sesak nafas tertahan dan kepala tegang. Dan akhirnya aku tidak bisa menulis lebih banyak lagi, karena terlalu terbawa emosi hati. *semoga ada pencerahan, bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk semunya,Amin*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar