Senin, 20 Desember 2010

20 Desember 2011

Hari tepat ke-26 tahun. Yup...26 tahun lalu aku dilahirkan oleh bundaku tersayang. Alhamdulillah...rasa syukur kepada-Mu ya Rabb. Kabulkan doa-doa kami, doaku, doa ibuku, doa ayahku dan doa kekasihku...

Doa jonam di tengah malam ketika aku tidur :
=hari bertambahnya umur=usia matang,aku do'akan tahun ini kau bisa mengakhiri masa lajang,cipta rumah tangga bahagia bersamaku,lebih "cantik" dari tahun sebelumya ya!

Amin...semoga terkabul dengan ridho-Nya....

Read More......

Kamis, 16 Desember 2010

Hujan di Pagi Hari

Doaku tadi pagi,berharap tidak turun hujan hari ini, supaya semua orang yang beraktifitas di luar ruangan bisa beraktifitas dengan leluasa. Dan kenyataannya, hujan rintik mengiringi langkah banyak orang pagi tadi. Ditambah dengan angin Agustus. Tentang nama angin Agustus, mungkin banyak orang tidak mengerti maksudku, aku menamakannya angin Agustus, karena aku dulu biasa merasakan angin seperti itu paling banyak di bulan Agustus. Angin yang bukan angin sepoi-sepoi, agak kencang tapi tidak membahayakan, dan membawa hawa dingin yang menyegarkan. Ya..hawa dingin yang segar. Angin favoritku. Meskipun cuaca tak mendukung untuk menebarkan diri di bumi, angin Agustus memberiku tenaga untuk berdiri. Memulai hari seperti biasa. Paling tidak, pagi ini tidak mengantuk seperti kemarin-kemarin,karena aku tidur lebih awal dari biasanya. Dan di setiap pagi yang dimulai, selalu ada pertanyaan, "apa yang kau rasakan hari ini? Bahagia? Sedih?" . Jawabannya : sama saja. Apa bedanya bahagia dan sedih. Bahagia hadir sebagai anugerah, sedih juga hadir sebagai anugerah. Bahagia ada akhirnya, sedih juga tak selamanya (jadi teringat lagu Opick ^_^ ) Lalu apa bedanya?

Suasana pagi yang tak bisa cerah, karena Desember selalu kaya hujan. Seperti Jonam, yang selalu kaya dengan kasihnya. Meskipun beberapa hari ini, dia tak begitu bersimpati padaku. Tak apalah. Karena dia diam, aku juga akan diam. Karena (menurut pengalaman), kalau dia diam dia tak akan merespon apapun kalimat dariku. Lebih baik diam, karena diam itu emas. Kemarin, aku coba bicara sedikit, tapi responnya biasa saja, dan aku anggap itu sebagai ungkapan "aku masih malas bicara". Ya sudah...

Aku lupa ini Desember ke berapa. Meski aku lahir di bulan Desember, sesungguhnya aku kurang begitu suka dengan Bulan Desember. Karena selalu ada 'kisah' yang menguras perhatian, bahasa lebay-nya kisah sendu...hehehe...Inilah desember yang kesekian yang menghadirkan 'kisah-kisah' yang tidak nyaman itu. Tepatnya aku sudah lupa, kapan mulainya. Kapan Desember-ku kelabu (seperti lagu ^_^ ). Kekhawatiranku di akhir Nopember pun segera terjawab di awal Desember. Yang menjawab mimpi-mimpi yang aneh di bulan sebelumnya. Ternyata inilah jawabnya.

Walaupun aku terlihat diam, tanpa ekspresi, aku mengkhawatirkan semuanya. Ya Rabb...ijinkan mereka masih lama bersamaku. Berikan waktu lebih banyak lagi. Aku tak akan bisa menghitung seberapa banyak aku bernafas. Aku ingin tetap bernafas untuk paru-paruku. Jantungku ada di mereka...hatiku juga ada di mereka...ijinkan tanganku menjadi penghapus debu-debu di kulit mereka.

*berharap Desember tahun ini ditutup dengan sempurna*

Read More......

Senin, 13 Desember 2010

Bahagia

Melupakan rasa lelah dan mengantuk demi keinginan hati pulang ke ruanghijau. Seharusnya malam ini cepat tidur supaya besok bangun lebih segar tidak seperti tadi pagi. Entah ada energi apa yang mengalir ke diri ini, tiba-tiba saja merasa sangat bahagia, bahkan ingin menangis karena terharu. Sebabnya pun aku tidak tahu. Padahal dari siang tadi, sangat amat tidak nyaman, Jonam diam. Berawal dari telepon yang aku 'reject' dua kali. Mudah-mudahan besok Jonam sudah mau bicara. Dan bahagia malam ini, bahagia yang tanpa sebab. Bahagia seperti menemukan air di padang pasir. Di sela-sela bahagia ini membayangkan, suatu saat di masa depan dimana aku menjadi yang aku inginkan. Rahasia hati, mimpi diri, ingin memeluk kematian dengan kebahagiaan. Rasa berat yang menghalangi langkah kaki, semoga hanya sebentar saja singgah disini. Seberat apapun yang terjadi di depan mata, hanya meminta supaya hati di ringankan menerima peluang besar atau peluang kecil atau bahkan peluang yang tak mungkin. Dengan kekuatan yang diberi-Nya, semoga aku bisa tetap berdiri dan mungkin bisa juga berlari. Menangis sedikit-sedikit saja, cukup dalam hati saja. Percaya dan yakin, Dia akan selalu memberikan tangan-Nya untukku berpegangan.

Read More......

Selasa, 07 Desember 2010

...bingung.com




HAHHHHHHHHHHHHHHHH..........bingung....no idea lah........

Read More......

Sabtu, 04 Desember 2010

...........jalanmu,,,,,,,,,,,




jalan yang harus kau tempuh...

Read More......

Siapa Aku???

Sepertinya 'jejaring' yang dihadirkan-Nya minta segera dipecahkan sandinya. Lalu minta segera diselesaikan dengan tindakan nyata. Sebagai wujud pembuktian dari janji setia yang pernah diucap. Juga sebagai wujud nyata dari sebuah pemahaman suatu 'kebenaran'. Cukup sudah referensi dari semua yang dihadirkan-Nya. Di zaman seperti sekarang memang sulit sekali mempertahankan 'prinsip kebenaran',tapi siapa yang bisa bertahan dengan prinsip kebenaran yang sejati dialah biasa aku sebut 'pahlawan alam',pahlawan untuk angin di sekelilingnya. Karena dengan masih adanya jiwa-jiwa seperti itu, bumi masih akan terjaga keelokannya, meskipun tangan-tangan serigala memporak-porandakannya. Sampai-sampai ada istilah 'orang jujur di zaman sekarang akan hancur'. Sebegitu hancurnyakah bumi saat ini? Sehingga jujur pun tidak berlaku di bumi-Nya? Lalu akan kemana angin membawa berita langit apabila jujur pun sudah melebur menjadi arang-arang para penjilat bumi?

--kuatkan hamba masuk ke dalam jejaring yang Engkau ijinkan sebelumnya--

Read More......

Kamis, 02 Desember 2010

from mbak Wiwik

"klo memperjuangkan agama Alloh dengan tulus maka akan mendapat pengganti yang jauh lebih baik"

Read More......