Melupakan rasa lelah dan mengantuk demi keinginan hati pulang ke ruanghijau. Seharusnya malam ini cepat tidur supaya besok bangun lebih segar tidak seperti tadi pagi. Entah ada energi apa yang mengalir ke diri ini, tiba-tiba saja merasa sangat bahagia, bahkan ingin menangis karena terharu. Sebabnya pun aku tidak tahu. Padahal dari siang tadi, sangat amat tidak nyaman, Jonam diam. Berawal dari telepon yang aku 'reject' dua kali. Mudah-mudahan besok Jonam sudah mau bicara. Dan bahagia malam ini, bahagia yang tanpa sebab. Bahagia seperti menemukan air di padang pasir. Di sela-sela bahagia ini membayangkan, suatu saat di masa depan dimana aku menjadi yang aku inginkan. Rahasia hati, mimpi diri, ingin memeluk kematian dengan kebahagiaan. Rasa berat yang menghalangi langkah kaki, semoga hanya sebentar saja singgah disini. Seberat apapun yang terjadi di depan mata, hanya meminta supaya hati di ringankan menerima peluang besar atau peluang kecil atau bahkan peluang yang tak mungkin. Dengan kekuatan yang diberi-Nya, semoga aku bisa tetap berdiri dan mungkin bisa juga berlari. Menangis sedikit-sedikit saja, cukup dalam hati saja. Percaya dan yakin, Dia akan selalu memberikan tangan-Nya untukku berpegangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar