Sabtu, 08 Januari 2011

Telepati menjadi Firasat

Perlahan telepati kembali ketika ingatan bergerak menjadi ibaratnya firasat. Ada jejaring yang selalu indah Kau hadirkan. Kadang sambil lalu teringat sesuatu, tak lama kemudian muncul seperti hadiah yang tak ditunggu. Saat-saat seperti ini yang selalu aku sebut keajaiban dari-Mu hadiah untukku. Firasat baik atau firasat buruk....itu yang sering mengganggu. Sambil berlalunya waktu hanya bisa menunggu dan menyiapkan 'mental' menyambut segala kemungkinan. Sudah seringkali...telepati berfungsi. Ikatan batin yang Engkau ikatkan cukup kuat kepada kami. Tadi siang aku bertanya...apa maksud mimpi yang semalam? Adik sepeupu tersayangku kau hadirkan dalam mimpiku. Lalu...sekian dan sekian hal lain terlintas begitu saja. Lalu Kau jawab begitu cepat. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Kebahagiaan dan kesenangan adalah nikmat Tuhan yang akan menguatkan. Kehadiran pengalaman-pengalaman adalah wujud cinta kasih-Nya. Setiap orang dan setiap hal yang dihadirkan dalam bagian hidup kita pasti membawa maksud tertentu.
Meskipun keadaan masih kacau balau...petunjuk teroris yang belum terurai, petunjuk 'telephone curian' yang masih mengganggu, walaupun terkadang mencaci diri, bagaimana bisa begitu cengengnya menjadi dewasa. Kita memang tidak bisa memaksa orang lain untuk tidak berbuat salah,karena manusia tempatnya salah. tapi untuk 2 kasus misterius ini, kumohon tetap tegarkan hati. Karena hanya kau sendiri yang bisa memahami dirimu sendiri. *pesanpribadi*. Kenyataan ini menambah daftar kenyataan 'pahit' yang Engkau hadirkan. AKU MARAH...!!! tapi bisa apa aku dengan marahku? Selain berdiam memperhatikan pil-pil pahit itu? Ini rahasia-Mu yang belum Kau bagi denganku.
Berilah nafas panjang sebagai pengantar tidurku. Hadirkan lagi rahasia-rahasia-Mu dalam mimpiku.

--bagaimanapunkarakteritumuncul--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar